Halooooo teman blogger~~
Lama gak pernah ngepost :D *bukan lama lagi, tapi lama banget kaliiiiiii* Hahahaha
Nggg ngapain yaa sekarang?
Sebenernya cuma pengen menuangkan isi hati yang telah lama ku pendam *kok tiba2 jadi kaya orang galau yaa* hahahaha
Oke NEXT !! Hahahaha
Bingung mau ngeblog tentang apa, karena tentang kamu sudah menjadi hal biasa untukku *duhileh ngapa jadi nyamber kesana* ZzZzZzZzZz abaikan kalimat barusan :D
Kebanyakan orang pada bikin blog tentang Jalan-jalan (gw jarang jalan2, jd gak tau mau share apa). Ada yg cerita tentang pacar, yah elah gw mah jomblo ye kan apa yg mau diceritain *hikshiks .. Mau cerita tentang mantan, nanti dikira gagal move on. Padahal si mantan udah move on *duhilah keceplosan mulu* hahahaha
Ah gini aja deh, gw cerita tentang diri gw aja yaa. pada mau baca gak ya? :D
Kayanya gak ada yang baca, tapi yaudah daripada semua pikiran ada dikepala tapi gak bisa nyampein kesiapa, jadi lebih baik gw tuangkan disini. *dududududuuuuwwww so sweet bener* hahahhaa
Awalnya bikin blog ini, demi tugas kuliah. :D
kalian bisa lihat lah postingan sebelum ini hehehe *pengen banget diliat* :p
Karena fokus banget sama kerja, gak pernah lah dibuka blog ini.. Sering kali mau menulis lagi, tapi apa daya kadang suka males. yaahh tiap weekend kerjaannya cuma nonton drama korea :D
Kerjaan gw tiap hari cuma berusaha bangun pagi demi masuk kantor, pulang malem karena kerjaan yang diassign lead gw menumpuk. sampe rumah tidur. dan begitulah aktifitas gw setiap harinya.
kalo weekend kerjaannya cuma diem dikamar. entah tidur, entah baca novel, entah nonton drama korea, entah cuma bengong *tenang gw gak bengong jorok kok :))*
Yaaa itulah sekilas tentang gw, gak usah banyak2 ntar overdosis *eh hehehehe
Sekian cerita dari gw yang gak penting ini...
Gw harus pulaaaaaangg *masih dikantor ini* :D hahahaha
Tunggu yaa cerita selanjutnya, mau tau tentang apa? Tungguin aja yaa :* :*
See Yaaaa :)
Selasa, 19 April 2016
Jumat, 29 November 2013
Negative Thinking? Buang-buang waktu aja ! :D (PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME)
Berawal
dari sebuah prasangka akan menuai tindakan diskriminasi. Biasanya orang bisa
berprasangka dikarenakan mereka memiliki sifat Etnosentrisme. Dimana mereka menanamkan nilai-nilai dan
norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak
dan dipergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan
kebudayaan lain.
Prasangka
terbagi dua, prasangka baik dan prasangka buruk. Kebanyakan orang jika sudah
ada dalam fase terburuknya, orang akan mulai berprasangka buruk. Padahal
seharusnya kita bisa menempatkan dimana kita harus menggunakan prasangka baik
dan prasangka buruk. Kasus yang akan diangkat disini adalah ketika wanita pulang
malam dan diantar oleh pacarnya, biasanya tetangga yang tidak tahu akan
langsung berprasangka buruk dikarenakan warga atau masyarakat tersebut
menanamkan norma-norma ajaran mereka sebagai suatu keharusan untuk menilai
seseorang.
Dari
kasus diatas mereka berprasangka wanita yang pulang malam dan diantar laki-laki
suatu hal yang kurang baik apalagi seperti yang kita ketahui dalam ajaran islam
wanita dilarang berdua-duan dengan laki-laki. Berawal dari prasangka buruk
tersebut lalu warga akan mendiskriminasi wanita tersebut.
Pemecahan masalah ini, seharusnya warga tidak
langsung mengambil kesimpulan atau prasangka buruk tersebut tetapi dilakukan
penjajakan atau pendekatan dengan si wanita ini. Lalu dinasehati bukan di
diskriminasi.
Take It Or Leave It ?? (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan)
Seiring
berjalannya waktu, ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan terus bergerak
maju. Loh kok kemiskinan maju? Semakin tinggi teknologi maju, semakin ilmu
pengetahuan maju, maka akan semakin mahal pula segalanya. Semakin mahal, maka
semakin banyak yang jatuh kedalam jurang kemiskinan.
Semakin
tinggu ilmu pengetahuan yang didapat, semakin tinggi pula bayaran yang akan
didapatkan seeorang. Maka akan semakin mudah orang tersebut mengikuti era
perkembangan teknologi yang cepat. Dan semakin banyak pula orang-orang yang
tidak mengembangkan ilmunya yang terpuruk atau mungkin tetap pada posisinya.
Banyak
orang yang merasa cukup puas dengan ilmu pengetahuan yang didapat, ada pula
orang yang selalu mengupdate dirinya dengan gadget-gadget atau perkembangan
teknologi terbaru tetapi mereka tidak melihat bahwa ada diluar sana
saudara-saudara mereka yang kekurangan, entah dari segi sandang, pangan dan
papan.
Pemecahan masalahnya adalah dengan bersikap haus
dalam ilmu pengetahuan karena dengan ilmu akan membuat diri kita berguna untuk
orang banyak, tidak perlu selalu mengikuti mode perkembangan teknologi tetapi
setidaknya kita mengerti apa saja yang sedang update. Dan berilah orang-orang
yang dibawah kita entah ilmu untuk mereka yang tidak mengerti apa-apa n
menambah wawasan mereka, beri mereka sedikit rejeki kita agar hidup mereka
lebih layak dari sebelumnya.
Mentang-mentang wong ndeso, jangan diboongin laaahh... (Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan)
Seperti
yang kita ketahui bahwa nyentriknya perbedaan antara masyarakat pedesaan dengan
masyarakat perkotaan di setiap daerah. Tak bisa di pungkiri bahwa keadaan ini
banyak kita temukan di lingkungan kita. Padahal seharusnya kita membanggakan
mereka, karena tanpa mereka kita (masyarakat perkotaan) tidak akan bisa
apa-apa. Mereka (masyarakat pedesaan) sudah membantu kita dalam banyak hal,
seperti dalam penyediaan bahan makanan seperti beras, sayur mayor dan lain-lain.
Tetapi
banyak orang yang semena-mena terhadap masyarakat pedesaan, karena mereka
memandang masyarakat pedesaan tersebut norak atau yang lainnya yang negative. Banyak
juga masyarakat perkotaan yang memanfaatkan keluguan masyarakat pedesaan
seperti menipu mereka dari yang dijanjikan mau dipekerjakan sebagai TKI atau
PRT tetapi faktanya malah masyarakat pedesaan tersebut dipekerjakan menjadi PSK
atau disuruh mengemis.
Seharusnya kita sebagai masyarakat perkotaan
bukannya malah memanfaatkan hal seperti itu, tetapi mengajak mereka untuk
benar-benar bisa memnbantu keluarganta di pedesaan sana. Dengan memberikan pemberitahuan-pemberitahuan
yang penting demi kelangsungan hidup mereka di kota ini.
Katanya TEMAN, tapi kok PILIH-PILIH? (Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat)
Mungkin
salah satu dari kita atau banyak orang yang berfikir seperti ini, kenapa sih
ada pikiran kaya gitu? Karena banyak orang atau kalangan orang yang maunya
berteman dengan yang sama dalam hal status social, materi atau yang lainnya. Padahal
seharusnya ketika kita ingin berteman, dengan siapapun tidak ada salahnya. Dan
seharusnya bukan memandang dari segi status social, materi, fisik atau yang
lainnya tetapi pada letak baik buruknya seseorang itu buat kita. Tidak untuk
dimanfaatkan juga kebaikan seseorang itu, tetapi diikuti kebaikannya.
Jika kita mengikuti seseorang karena sifat baiknya, maka dengan
sendirinya kita akan merubah diri kita seperti mereka, dan sebaliknya. Biasanya
sikap memilih-milih dalam berteman disini dikarena kan beberapa factor:
- Factor diri sendiri.
Proses ini berjalan sesuai dengan
pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Ada pula lapisan tertentu yang terbentuk
bukan berdasarkan kesengajaan, tetapi secara alamiah. Pengakuan-pengakuan
terhadap kekuasaan dan wewenang tumbuh dengan sendirinya. Oleh karena sifatnya
yang tanpa sengaja inilah, maka bentuk lapisan dan dasar daripada pelapisan itu
bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat dimana system itu
berlaku.
- Terjadi dengan sengaja: Sistem ini ditunjukan untuk mengejar tujuan bersama. Dengan adanya pembagian yang jelas dalam hal wewenang dan kekuasaan ini, maka didalam organisasi itu teradapat keteraturan sehingga jelas bagi setiap orang ditempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki dan dalam suatu organisasi baik secara vertical maupun horizontal. Didalam sistem organisasi ini mengandung dua system, yaitu:
a.
Sistem
Fungsional; merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya
berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat. Namun
kelemahannya karena organisasi itu sudah diatur sedemikian rupa, sering terjadi
masalah dalam menyesuaikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
b.
Sistem
Skalar;merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke
atas(vertical).
Pemecahan
dari masalah ini adalah ubah rasa gengsi dan egois dalam mencari teman, karena
teman yang baik bukan dinilai dari materi yang ada. Materi akan habis seiring
berjalannya waktu, sedangkan kebaikan hati akan terus ada.
Sumber: http://rahmatardiprastyo.blogspot.com/2011/12/pelapisan-sosial-dan-persamaan-derajat.html
Katanya pendidikan itu penting, tapi kok? (Warganegara dan Negara)
Ya,
seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya pendidikan itu katanya nomor 1, tapi
kenapa kenyataannya tidak sesuai dengan kata-katanya. Buktinya banyak anak-anak
yang terlantar sekolahnya, banyak sekolah yang tidak terbangun dengan
semestinya. Alasan anak-anak tidak bisa melanjutkan pendidikan adalah
dikarenakan biaya pendidikan yang tinggi,
Selain
itu kualitas dari tenaga pengajar pun sangat minim, banyak yang menjadi guru
namun hanya sedikit yang bisa bertahan dengan keadaan pendidikan yang minim.
Banyak kita lihat di daerah-daerah terpencil, banyak sekolah yang tidak layak
pakai seperti dinding yang bolong, kursi dan meja yang reyot serta atap yang
hampir rubuh. Kualitas guru yang minim menyebabkan siswa/i-nya kurang kreatif.
Seharusnya pemerintah lebih mementingkan
kualitas dan kuantitas dari pendidikan, dengan memberikan harga yang tidak
terlalu tinggi agar banyak anak-anak bangsa yang bisa meneruskan bangsa
Indonesia ini.
Langganan:
Postingan (Atom)